Posted by: s3r3n1ty | July 11, 2007

“Jadi Kakak Asuh Yuks..”

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Temans.. aku mau memberikan informasi untuk temans yang mungkin berminat menjadi Kakak Asuh. Dengan hanya Rp. 334/hari atau Rp. 10.000/bulan, temans telah bisa membantu adik-adik kita yang memerlukan bantuan untuk biaya sekolah mereka. Cukup ringan kan..? Tapi insya Allah manfaatnya sangat besar untuk adik-adik kita yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan bersekolah namun kondisi keluarganya tidak memungkinkan.

CARA BERGABUNG

1. Bersedia iuran dengan ikhlas tiap bulannya. Tidak ada kewajiban setiap bulan untuk

iuran.

2. Memberitahukan kepada pengurus No Hp dan alamat e-mail kepada pengurus (Emy

Novalia , HP 08129651230 atau sekretariat 021-7309778). Alamat e-mail untuk

pengiriman laporan pertanggungjawaban.

3. Donasi dapat dikirim ke Rekening PROGRAM “JADI KAKAK ASUH YUKS”

(CUMA Rp 334/hari ATAU Rp 10.000/bulan), BCA Cabang Margonda a.n. Niken Taufiqurrahmi (no.rek. 8690372992), Mandiri cabang kreo a.n. Indrawati (no.rek. 118-00-0503343-5), Bank Mandiri Syariah a.n. Emy Novalia (no.rek. 0747019099).

Dan untuk menjalin tali silaturahmi, kami mengajak anda untuk bergabung dengan

friendster kakak asuh, dengan e-mail : jadi_kakakasuh_yuks@yahoo.co.id.

 

KORDINATOR PROGRAM

Kordinator :

Ketua : Emy Novalia (08129651230)

Bendahara : Niken Taufiqurrahmi

Kordinator Penyalur Dana : Ibu Hj. Dianawati (021-7864691),

Ambar (0817788568).

Kordinator Dana : Dita (08158922942), Rita (08128164880)

Abas (081684084), Metri (08121308272),

Firman (08121312201)

Sekretariat :

Komp. Pinang Griya Permai

JL. Teratai Blok i/30

Ciledug – Tangerang 15145, (Telp : 021-7309778)

Nah… untuk temans yang berminat, silahkan menghubungi nama-nama koordinator di atas. Semoga amal ibadah temans diterima Allah SWT dan apa yang dikeluarkan untuk membantu adik-adik kita diganti oleh Allah dengan keberkahan dan kemudahan hidup. Allahumma aamiinn…

 Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Posted by: s3r3n1ty | July 10, 2007

Insya Allah Kita Menang

Berikut adalah hasil kajian Jalasah Ruhiyah DPC PKS Grogol Petamburan di Masjid Nurul Islam Jelambar Jakarta, yang dibawakan oleh Ustadzah Nurhayati.  Semoga bermanfaat ^_^

Saat mengucapkan Insya Allah, kebanyakan kita akan menganggap ucapan yang disertai Insya Allah lemah, tidak kuat, dan cenderung untuk menghindari dari kewajiban atas apa yang kita ucapkan atau janjikan. Contohnya saat kita mengatakan “Insya Allah deh ana datang ke tempat antum”.

Padahal semestinya ketika kita mengucapkan ”Insya Allah” maka pada diri kita harus telah ada:

-         99% keyakinan  

-         optimisme tinggi 

Karena itu, saat mengucapkan Insya Allah seharusnya dengan penuh keyakinan dan bukan untuk menghindari kewajiban atas apa yang telah diucapkan. Dan saat kita mengucapkan ”Insya Allah kita menang”, maka kita siap untuk menang dan berusaha maksimal untuk meraih kemenangan. 

Keyakinan dan optimisme tinggi adalah bagian dari kemenangan. Allah akan menurunkan kemenangan jika manusia itu siap untuk menang. Tangan Allah akan bersama kumpulan orang-orang yang berada di jalan Allah.  

Kemenangan yang hakiki adalah kemenangan atas diri sendiri dalam mengatasi segala kendala, hambatan internal, melawan diri dari segala bentuk ketidakberdayaan kita yang menghambat potensi diri. Contoh: kemalasan. 

Do’a untuk mengindarkan diri dari ketidakberdayaan: ”Allahumma innii a’udzubika minal hammi walhazan, wa a’udzubika minal ’ajzi walkasal, wa a’udzubika minal jubni walbukhli, wa a’udzubika min gholabatiddaini wa qahrir rijaal” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadaMu dari lilitan utang dan tekanan orang lain) –HR. Abu Dawud (Al Matsurat) 

QS. Al Hajj:77

”Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” 

Dari surat tersebut, disimpulkan bahwa yang pertama harus dilakukan untuk meraih kemenangan adalah meningkatkan kekuatan ruhiyah, mengokohkan keimanan, mendekatkan diri kepada Sumber Kekuatan karena kemenangan di bawah kendali Allah. Dengan kekuatan ruhiya, kita akan bisa menembus segala kekuatan yang lainnya. 

Contohnya bisa dilihat pada Perang Badar yang dikisahkan dalam QS. Al Anfal:65-66.

QS. Al Anfal:65

”Hai nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada 20 orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan 1.000 daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” 

Dengan keimanan dan kesabaran, meskipun dengan pasukan 20 orang, akan mampu mengalahkan 200 orang musuh, dan dengan 100 orang dapat mengalahkan 1.000 orang kafir. Dengan keimanan dan kesabaran, hanya diperlukan 1:10 untuk melawan musuh. 

QS. Al Anfal:66

”Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang, dan jika di antaramu ada 1.000 orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan 2.000 orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” 

Dalam posisi lemah sekalipun, 100 orang sabar akan mampu mengalahkan 200 orang, 1000 orang sabar akan bisa mengalahkan 2000 orang. Dengan kesabaran dan atas ijin Allah, hanya diperlukan 1:2 untuk melawan musuh. 

Untuk meraih kemenangan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan QS. Al Anfal:45-47. 

QS. Al Anfal:45

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. 

QS. Al Anfal:46

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 

QS. Al Anfal:47

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. 

Sayyid Quthub dalam bukunya menyimpulkan ayat di atas dengan:

-         tempuhlah berbagai sarana untuk dekat kepada sumber pertolongan (Allah)

-         hindari hal-hal yang menjadi sebab kehancuran kaum kuffar

-         jangan riya

-         hindari maksiat 

Dari ayat-ayat di atas bisa disimpulkan bahwa syarat untuk menang adalah sebagai berikut.

1. Berteguh hati (fatsbutu)

Mengokohkan tekad, mantapkan hati, meyakinkan jiwa untuk menghadapi semua persoalan. Keteguhan hati adalah faktor mentalitas yang tanpanya maka akan seperti ”kalah sebelum berperang”. Dengan keteguhan hati akan dapat mencapai elastisitas jiwa yang tinggi sehingga kita dapat menghadapi segala permasalahan/stressor yang datang. 

Rasulullah sering kali memberi kabar gembira (bushrah) kepada para sahabat sebelum berjihad. Beliau berkata ”Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah bayangan pedang”. Segala kelelahan akan berbuah surga Allah. 

2. Perbanyak dzikir kepada Allah

Dengan memperbanyak dzikir akan membuat jiwa semakin mantap dan kokoh. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, ”Barang siapa yang mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya. Barang siapa yang lalai dalam mengingat Allah, maka Allah akan semakin mendekatkan mereka kepada musuh Allah”. 

Manfaat dzikir

v     membuat jiwa tenang

v     membuka peluang-peluang kemudahan dari Allah

v     menghindarkan amalan tercampur dengan kemaksiatan

Umar bin Khatab, RA mengatakan ”Yang aku takutkan bukanlah jumlah sarana, perbekalan, ataupun perlengkapan, melainkan kemaksiatan-kemaksiatan yang ada dalam hati-hati kalian”

Allah tidak akan memberikan kemenangan kepada hati-hati yang bermaksiat. Seperti yang terjadi pada Perang Uhud dimana pasukan Islam mengalami kekalahan karena pasukannya tidak lagi taat kepada Rasul dan hati-hati mereka dikuasai oleh nafsu untuk berlomba-lomba mengambil harta rampasan sehingga mereka meninggalkan posisi mereka sebagai pasukan pemanah di bukit Gunung Uhud.

v     Menjalin hubungan dengan Yang Maha Kuat

v     Mencapai tingkat kepercayaan yang totalitas kepada Allah sehingga akan memantapkan keyakinan kita bahwa apapun masalah yang dihadapi akan selalu ada jalan keluarnya. 

3. Taat kepada Allah & RasulNya

Konsep dalam meraih kemenangan yaitu untuk meraih surga Allah dengan mentaati Allah dan RasulNya. 

4. Hindari perpecahan

Hal yang menyebabkan perselisihan:

v     keragaman intruksi dan arahan dari pimpinan yang berlainan/berlawanan

v     hawa nafsu bermain dalam pandangan (niat tidak suci lagi)

Kita dituntut untuk ”sami’na wa ato’na” (kami dengar dan taat) pada pimpinan. Taat tidak saja pada waktu lapang, tetapi justru diuji pada saat-saat yang tidak menyenangkan dimana kita merasa sulit (waktu sulit dan sempit). 

5. Sabar

Tidak ada batas dalam bersabar, bahkan Allah menyuruh kita untuk ”al sobru wal musobar” (sabar dan tingkatkan kesabaran). ”Allah bersama orang-orang sabar, dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” 

Dengan bersabar akan dapat memunculkan kreatifitas. Jika tidak sabar maka akan muncul kondisi psikis ”mental blocking” dimana pikiran tertutup, ketidakmampuan berpikir jernih, pikiran tidak berkembang, tidak bisa menganalisa permasalahan.  

6. Waspada dari riya & sombong

”Apabila ada sedikit saja kesombongan, maka akan menjauhkan orang tersebut dari mencium bau surga” (hadits). 

Dari uraian di atas sesungguhnya kunci kemenangan adalah memberdayakan internal diri kita.  

Wallahu alam bishawab

Posted by: s3r3n1ty | July 10, 2007

Mengapa Berdakwah

Minggu, 17 Juni ’07, aku bersama teman-teman sudah merencanakan untuk berkunjung ke rumah Ustadzah yang bisa memberikan kami semangat dan nasehat. Sejak pukul 14.30 aku sudah berada di rumah Yanti setelah bersamanya menghadiri pernikahan Suci, teman dari MQCC. Di jalan menuju rumah Yanti, aku sempat membeli buah jambu air yang begitu merah menggoda untuk dinikmati bersama bumbunya yang manis pedas di suasana hari yang panas menyengat. Ehhmmm… pasti nikmat deh.. Tambahan lagi Mega yang telah lama menunggu, merajuk minta Yanti membelikan rujak yang kebetulan lewat di depan rumah. Akhirnya… pesta rujak deh.. yummmyyy… 

Setelah semua berkumpul, pukul 16.00 akhirnya kami berangkat juga ke rumah Ustadzah Tarwiyah di daerah Slipi. Karena info alamat tidak jelas, dan orang yang bersangkutan sulit dihubungi, alhasil kami berputar-putar di daerah Slipi. Bahkan sempat memanjat dinding pemisah jalan kompleks dan gang yang tingginya kurang lebih 1 meter. Bermodal nekad karena sudah hampir putus asa karena menemui jalan buntu dan untuk memutar jalan cukup jauh, akhirnya kami melompati dinding dengan bertumpu pada tiang besi sambil melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada laki-laki yang melihat (kebayang deh.. akhwat-akhwat dengan rok panjangnya melompati dinding 1 meter :D untungnya pake celana panjang dalamnya, kalo ga… hehehehe…). Dari situ perjuangan belum berakhir, karena kami masih terus bertanya ke orang yang kami temui dan ternyata malah membuat kami berputar dan bolak balik. Setelah hampir 1 jam mencari-cari, akhirnya tuan rumah berhasil dihubungi dan menunjukkan jalan yang harus kami lalui. Alhamdulillah… akhirnya sampai juga… setelah peluh dan rasa pegal menempuh perjalanan yang jauh (plus lagi pake sandal selop 3 cm yang bikin kaki naudzubillah deh…hikzz… pegel banget…). 

Setelah sampai di rumah Ustadzah yang ramah dan juga berpembawaan tenang, kami duduk di ruang tamunya yang mungil dan dipenuhi buku yang tersusun rapi dalam 4 rak buku (Subhanallah.. banyak banget deh bukunya…). Setelah melepas lelah dengan meneguk minuman yang disajikan Ustadzah, acara segera dimulai dengan pembukaan, pembacaan Al Qur’an, dan perkenalan. Kami mulai terpesona dengan Ustadzah Tarwiyah yang tidak saja sederhana, bicaranya halus, tetapi juga tersirat kepandaiannya. Kemudian mulailah beliau memberikan taujihnya tentang Pentingnya Dakwah (berat euyy.. bahasannya kalo udah nyinggung soal dakwah).  

Berikut intisari dari taujih yang disampaikan (semoga bermanfaat ^_^) 

Kewajiban berdakwah dilatarbelakangi oleh Al Qur’an dengan kalimat …. (masih belum ketemu surat dan ayat apa.. nanti klo udah ada, diupdate)

Ud’u adalah kalimat perintah yang kuat yang mengindikasikan perlunya berdakwah, yaitu menyeru manusia kepada Allah dan senantiasa berada di jalanNya.

Dilanjutkan kalimat yang menekankan bahwa Allah lebih mengetahui siapa di antara kalian yang benar-benar komitmen dalam dakwah, atau yang hanya ikut-ikutan, atau yang hanya duduk-duduk saja. Allah sungguh mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang benar di antara kalian. Untuk menguatkan eksistensi dalam berdakwah diperlukan komitmen berikut ini.

1. Komitmen Aqidah

  • Dien Islam adalah yang benar
  • Dakwah adalah satu-satunya jalan tegaknya Islam
  • Ketiadaan dakwah dan banyaknya kemaksiatan akan mengundang bencana dan musibah dari Allah, karena tanpa dakwah dunia akan rusak dan Allah akan mengganti dengan generasi yang lebih baik (lihat kisah kaum Luth, dll).

 Diceritakan kisah pada jaman Rasulullah SAW, seorang budak (namanya siapa ya…. duh.. payah niy) yang baru masuk Islam dan sungguh-sungguh meyakini Islam menemui Rasulullah SAW untuk menyampaikan kesungguhannya. Saat itu Rasulullah tengah bersiap-siap untuk perang (maaf lupa perang apa). Budak tersebut kemudian mengungkapkan kesungguhannya pada Islam dan berniat ikut berjihad bersama Rasulullah. Namun karena posisinya sebagai budak yang mengembalakan domba tidak memungkinkannya ikut berperang. ”Ya Rasulullah.. bagaimanakah aku harus mengembalikan amanah Allah yang dititipkan kepadaku?” tanya budak tersebut.

Rasulullah kemudian menyuruh budak itu untuk melemparkan batu ke arah rumah pemilik domba. Kemudian budak itu menuruti perkataan Rasulullah, melempar batu ke arah lokasi rumah pemilik domba. Dan ternyata domba-domba itu segera saja mengikuti arah batu tersebut dan berjalan menuju rumah pemiliknya. Sehingga gugurlah amanah budak tersebut sebagai penggembala karena domba-dombanya telah kembali ke pemiliknya. Kemudian diapun ikut berperang dan syahid dalam perang tersebut. 

Saat Rasulullah datang untuk melihat mayat budak tersebut diiringi para sahabat, Rasulullah memalingkan wajahnya. Para sahabat terheran-heran apakah gerangan yang membuat Rasulullah memalingkan wajahnya demikian. ”Ya Rasulullah.. ada apa gerangan hingga Engkau memalingkan wajahmu?”

”Aku malu. Aku melihat tubuhnya dikelilingi para bidadari yang tengah membersihkan tubuhnya dari pasir-pasir” jawab Rasulullah. 

Dari kisah tersebut, bisa diliat bagaimana kuatnya keinginan seorang budak untuk ikut berjuang membantu tegaknya Islam yang didasari dengan komitmennya pada keyakinan kebenaran Islam.  

2. Komitmen Ibadah

3. Komitmen Akhlaq

 Dakwah tidak saja diartikan berceramah di muka umum. Rekruitmen adalah salah satu bagian dari dakwah tersebut, dimana kita berusaha merekrut orang lain untuk bersama-sama menyeru kepada Allah dan berada di jalanNya.

Rekruitmen tersebut bisa digolongkan menjadi 2, yaitu: 

-         Rekruitmen Siasi, berorientasi jangka pendek untuk tujuan khusus, seperti rekruitmen untuk mencari pendukung dalam Pilkada

-         Rekruitmen Da’wai, berorientasi jangka panjang dan merupakan dakwah yang sesungguhnya yang dilakukan terus menerus, menarik orang untuk tarbiyah. 

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ”Sebaik-baik jaman adalah masaku”. Dalam hadits tersebut tidak diartikan bahwa pada jaman tersebut tidak ada kejahatan, tidak ada orang-orang jahat yang seperti kita ketahui ada Abu Jahal, Abu Lahab, dan lainnya. Tetapi pada masa Rasulullah, para sahabat dan muslimin berjuang sungguh-sungguh dalam menegakkan Tauhid dan Islam. 

Kenapa harus berdakwah?

1. Agar Selamat

QS. Al ’Araf:153 yang menceritakan kisah Bani Israil. Allah membolehkan Bani Israil untuk bekerja kecuali hari Sabtu (yang disebut hari sabath oleh kaum Yahudi). Para pencari ikan mengingkari perintah tersebut karena justru pada hari Sabtu ikan-ikan banyak bermunculan. Mensiasati kondisi seperti itu, mereka menebar jaring mereka pada hari sabtu dan mengangkat ikannya keesokan harinya, sehingga mereka aman dan tidak melanggar perinta Allah. Melihat apa yang mereka lakukan, seorang dari kaum Bani Israil mengingatkan mereka bahwa tidak boleh menangkap ikan pada hari Sabtu. Mereka berdalih bahwa mereka tidak menangkap ikan pada hari Sabtu, karena pada hari itu mereka hanya menebar jaring dan mengangkat ikan yang terjaring keesokan harinya. 

Karena mereka melanggar apa yang diperintahkan Allah, maka Allah menurunkan adzabNya, kecuali kepada orang-orang yang menyeru kepada Allah. ”Kami selamatkan orang-orang yang menyeru kepada kebaikan” 

2. Agar Beruntung

Dikisahkan pada saat persiapan menjelang Perang Khaibar, Rasulullah memegang bendera untuk menunjuk panglima pimpinan perang. Beliau berkataa ”Aku akan memberikan bendera ini kepada orang yang mencintai dan dicintai Allah”. Umar bin Khatab berlalu di hadapan Rasulullah agar terpilih sebagai panglima. Namun beliau tidak memilihnya, ia memilih Ali bin Abi Thalib yang saat itu matanya sedang sakit. Kemudian Rasulullah menyembuhkan mata Ali. 

Setelah bersiap sebagai panglima perang, Ali bertanya kepada Rasulullah ”Ya Rasulullah.. apakah kita akan menghabisi para Yahudi itu?”

”Tidak ya Ali” jawab Rasul.

”Seandainya kamu bisa memberikan wasilah kepada satu orang akan lebih baik dari unta merah milikmu”. 

Wasilah yang dimaksud di atas adalah memberi petunjuk. Jika kita memberikan petunjuk kebaikan kepada orang lain, dan apa yang kita sampaikan dipegang teguh dan dilakukan oleh orang tersebut, maka kita akan mendapatkan pahala kebajikan dari setiap kebaikan yang dilakukan orang tersebut. Dan hal itu akan menjadikan manusia yang beruntung, lebih dari harta apapun yang kita miliki.  

Dalam sebuah hadits (haditsnya ga disebutkan.. maaf ya.. waktunya dah mefet adzan maghrib) dijelaskan bahwa apa yang kita lakukan kemudian diikuti orang lain, maka akan berimbas kepada kita. Jika sesuatu yang kita kerjakan adalah kebaikan, kemudian dicontoh orang lain, maka kita akan mendapatkan pahala kebaikan tersebut. Begitupun sebaliknya jika sesuatu yang kita kerjakan adalah keburukan, kemudian dilakukan oleh orang lain, maka kita akan mendapatkan dosanya. Seperti halnya pembunuhan pertama yang dilakukan manusia oleh Qobil, anak Adam AS. Maka dosa setiap pembunuhan yang dilakukan hingga akhir jaman akan mengenai pencetus pertama tindakan pembunuhan (dosa sendiri aja banyak, gimana nanggung dosa sampe akhir jaman??naudzubillah…). 

Hadits Rasulullah ”Jangan kau remehkan para sahabatku. Meskipun kau mempunyai harta sebesar gunung Hud, tidak akan mampu menandingi kebaikan mereka”. Hadits ini menggambarkan begitu tingginya derajat para sahabat dengan segala kebaikannya yang kemudian banyak dicontoh dan diikuti oleh kaum muslimin hingga saat ini dan sampai akhir jaman.  Kunci keberhasilan dakwah yang mereka lakukan adalah Ikhlas, Sabar, dan Komitmen. 

3. Agar Mendapat Berkah

QS. Maryam: 27-33, kisah Maryam yang mengandung Isa AS. Nabi Isa membawa keberkahan karena selalu mengajarkan shalat, zakat, sepanjang hidupnya. 

Ibnu Qoyim mengatakan ”Siapa yang berpaling dari aktifitas dakwah (setelah mengetahui dan meyakini kebeneran dakwah), akan dijauhkan dari keberkahan”. 

Wallahu ’alam bishawab…

Posted by: s3r3n1ty | June 29, 2007

Selamat Datang Di Rumah Baruku

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Ini loh rumah baruku..!! Masih sederhana ya.. blum sempet didandanin, masih coba otak atik, trial n error. Maklumlah… new learner.

Sebenernya suka banget di rumah lama, belum dibuat maksimal. Tapinya… gara-gara beberapa kali ga bisa diupdate, error terus tiap dibuka n diupload tulisan baru, jadi… terpaksa cari rumah baru.

So… here you are… in my new home. Hope you enjoy it as much I do. Hope you find serenity and peacefulness here. So… go ahead… read on… and leave your comments.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Categories